Posisi Budiman Dalam Diskusi di UGM Tak Bisa Dilihat sebagai Aktivis

3 hours ago 17

Posisi Budiman Dalam Diskusi di UGM Tak Bisa Dilihat sebagai Aktivis

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko. (ANTARA/Aprillio Abdullah Akbar)

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menyebut posisi Budiman Sudjatmiko dalam diskusi yang berujung dibubarkan di UGM, tidak bisa dianggap sebagai aktivis mahasiswa.

"Soal Budiman saya kira sudah terang benderang tidak bisa dilihat sebagai aktivis," kata dia melalui layanan pesan, Kamis (18/6).

Diketahui, diskusi bertema Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia menghadirkan tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin (15/6) malam.

Tiga pejabat yang hadir dalam forum itu ialah Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Namun, diskusi tak sampai selesai dilaksanakan. Mahasiswa memprotes kegiatan, lalu membubarkan diskusi. 

Deddy mengatakan Budiman sudah lama meninggalkan dunia pergerakan sejak terjun dalam politik. Terlebih, selama 12 tahun terakhir di pusat kekuasaan. 

"Jadi menurut saya, Budiman dan para mahasiswa punya jarak dan tembok pemisah yang cukup jauh dan tinggi, bahkan cenderung berbeda secara diametral," kata legislator Komisi II DPR RI itu. 

Menurut Deddy, Budiman tak bisa terus menerus bernostalgia atau beromantisasi seolah-olah aktivis prodemokrasi itu masih menjadi bagian dari mahasiswa.

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menyebut posisi Budiman Sudjatmiko dalam diskusi yang berujung dibubarkan di UGM sebagai bagian rezim.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |