Singgung Serangan AS-Israel ke Iran, Legislator PKB Dukung Wacana Indonesia Keluar dari BoP

3 hours ago 14

Singgung Serangan AS-Israel ke Iran, Legislator PKB Dukung Wacana Indonesia Keluar dari BoP

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am.

jpnn.com - Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mendukung langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang berencana mengevaluasi keterlibatan Indonesia di Board of Peace (BoP).

Diketahui, langkah pemerintah mengevaluasi posisi Indonesia di BoP muncul menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2). 

Menurut Syamsu Rizal, langkah mundur dari BoP mencerminkan sikap tegas Indonesia dalam menjaga prinsip perdamaian dunia.

“Serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran benar-benar melemahkan posisi BoP dan memperburuk citra organisasi tersebut sebagai lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian global,” ujar Deng Ical sapaan Syamsu Rizal, Kamis (5/3).

Diketahui, BoP menjadi organisasi bentukan Presiden AS Donald Trump untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.

Namun, AS bersama Israel malah menyerang Iran pada Sabtu kemarin yang mengakibatkan pemimpin tertinggi negara Teheran itu Ali Khamenei meninggal dunia.

Deng Ical menuturkan opsi keluar dari keanggotaan menjadi langkah yang patut dipertimbangkan jika BoP tidak mampu menjalankan fungsi mewujudkan perdamaian. 

"Jika sebuah lembaga tidak lagi konsisten dengan mandatnya, tentu perlu ada evaluasi menyeluruh," ujar dia.

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menyebut langkah mundur dari BoP mencerminkan sikap tegas Indonesia dalam menjaga prinsip perdamaian dunia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |