jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan inflasi pada Juni 2026 dipengaruhi berbagai kenaikan harga komoditas yang bersifat fluktuatif.
“Khususnya harga BBM dan sejumlah komoditas pangan,” ujar Purbaya, di Jakarta, Rabu (1/6).
Melihat fenomena itu, Purbaya memperkirakan tekanan inflasi akan mereda seiring dengan harga BBM yang mengalami penurunan harga.
“Setelah harga minyak ini kan udah turun, harga Pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan. Jadi, itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang,” kata Purbaya
Purbaya menilai laju inflasi saat ini belum mencerminkan adanya peningkatan permintaan masyarakat yang berlebihan.
Hal itu, kata Purbaya, masih tercermin dari inflasi inti yang masih berada pada level yang relatif terkendali.
“Basically gitu, kami liat core inflation-nya 2,76 persen. Core inflation-nya kan masih relatif terkendali,” ujarnya.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.








































