jpnn.com, JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat sebanyak 6.793 barang tertinggal di seluruh layanan sepanjang tahun operasional 2025.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyad mengatakan, dari 6.793 barang tertinggal itu, sebanyak 1.802 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya.
"Barang dikembalikan kepada pemiliknya melalui proses verifikasi yang ketat dan transparan," kata Tjahyadi dikutip Jumat (16/1).
Berdasarkan data operasional, titik dengan intensitas temuan barang tertinggi berada pada layanan BRT Koridor 1 yakni rute Blok M-Kota dan Halte Integrasi CSW, yang merupakan titik mobilisasi utama penumpang di Jakarta.
Tjahyadi mengatakan, Transjakarta memberlakukan aturan masa simpan barang.
Barang temuan yang tidak diambil oleh pemiliknya dalam jangka waktu 90 hari kerja akan diproses lebih lanjut, baik melalui pemusnahan maupun dihibahkan untuk kepentingan sosial.
Hal ini kata dia, dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut dia, langkah hibah juga selaras dengan pilar ESG, di mana barang-barang yang masih layak pakai dapat memberikan manfaat sosial bagi komunitas yang membutuhkan, alih-alih menjadi limbah yang tidak terkelola.













































