Kurs Rupiah Tersungkur, Ekonom: Kepercayaan Global Harus Dibaca Secara Jernih

3 hours ago 15

 Kepercayaan Global Harus Dibaca Secara Jernih

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Rupiah tersungkur Rp 17.300 per USD. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mempertanyakan kenapa rupiah masih melemah saat Bank Indonesia menegaskan nilai tukar saat ini sudah berada di bawah nilai fundamentalnya.

Padahal, kata Achmad, rupiah telah didukung pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen, inflasi yang relatif terkendali, cadangan devisa yang masih memadai, dan kredibilitas bank sentral.

Karena itu, pertanyaan ini penting, karena di balik angka Rp 17.140 per USD pada 21 April 2026, ada persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar naik turunnya kurs harian.

"Ada soal persepsi pasar, struktur ekonomi, dan kepercayaan global yang harus dibaca secara jernih," ujar Achmad dalam keterangannya, Jumat (24/4).

Achmad mengaku istilah undervalued sering terdengar seperti kabar baik. Seolah-olah rupiah sedang diskon dan tinggal menunggu waktu untuk kembali ke harga wajarnya. 

Tetapi ekonomi tidak bekerja sesederhana etiket harga di rak toko. Rupiah bukan barang dagangan biasa. 

"Ekonomi adalah cermin dari kepercayaan, ekspektasi, arus modal, stabilitas makro, dan sentimen global," bebernya.

Oleh Karena itu Achmad mengaku, saat Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan rupiah telah undervalued dibandingkan fundamental, pernyataan itu perlu dibaca sebagai diagnosis, bukan jaminan rupiah akan segera menguat.

Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mempertanyakan kenapa rupiah masih melemah saat Bank Indonesia menegaskan nilai tukar saat ini sudah berada

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |