Rupiah Anjlok, Bus Pariwisata di Jabar Terancam Setop Operasional Sebagian

8 hours ago 18

Rupiah Anjlok, Bus Pariwisata di Jabar Terancam Setop Operasional Sebagian

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bus pariwisata di parkiran kawasan wisata Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com - Pengusaha bus pariwisata di Jawa Barat bakal menghentikan sebagian operasional kendaraan akibat dampak Rupiah yang tembus Rp 18.000 per dolar.

Mereka menyebut harga suku cadang kendaraan mengalami kenaikan yang berdampak pada biaya operasonal bus tinggi. 

"Bukan tidak akan beroperasi, akan tetapi menghentikan operasional beberapa armadanya karena imbas nilai tukar Rupiah anjlok terhadap dolar yang berdampak naiknya suku cadang kendaraan bus, mengakibatkan biaya operasional bus menjadi tinggi," kata Sekjen Ikatan Perusahaan Otobus Pariwisata Jawa Barat, Herdis Subarja, Minggu (7/6/2026). 

Dia menuturkan, para pengusaha bus pariwisata terpukul dengan kondisi Rupiah yang hari ini di angka Rp 18.095.

Sebab dampaknya menyebabkan kenaikan harga suku cadang terus melonjak, sementara pendapatan semakin turun. 

"Pesanan atau order sewa bus pariwisata semakin menurun terus sejak awal tahun 2026 bahkan kondisi belum pulih di mana tahun 2025 gubernur Jabar melarang kegiatan studi tour sekolah di Jawa Barat. Kondisi perusahaan bus pariwisata saat ini semakin parah," ungkap dia.

Herdis mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan tindakan nyata dan berguna bagi para pelaku usaha bus pariwisata.

Seperti penurunan atau penghapusan sementara PPN untuk barang tertentu seperi suku cadang kendaraan bus.

Rupiah melemah ke Rp18.000 per dolar membuat pengusaha bus pariwisata di Jabar memangkas operasional akibat naiknya harga suku cadang dan biaya operasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |