jatim.jpnn.com, SURABAYA - Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengusulkan agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 2026 digelar secara mandiri dan independen tanpa campur tangan pihak eksternal.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang tersebut, kemandirian dalam pembiayaan maupun penyelenggaraan forum tertinggi NU sangat penting untuk menjaga marwah organisasi.
"Kami mengusulkan agar Muktamar NU ini harus muktamar yang mandiri dan independen. Mandiri dalam pembiayaan, dalam perhelatan, dan independen dari intervensi siapa pun, khususnya eksternal," kata Gus Salam, Sabtu (6/6).
Dia menilai independensi menjadi syarat penting agar NU dapat melahirkan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang transparan, berintegritas, dan solid.
"Tujuannya agar nanti ke depan terpilihlah PBNU yang benar-benar menjaga transparansi, berintegritas, dan solid. Itu yang menjadi keinginan kami," ujarnya.
Mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur itu optimistis NU memiliki kemampuan untuk menggelar muktamar secara mandiri. Dia mencontohkan pengalaman menjelang Muktamar NU di Lampung pada 2021, ketika warga nahdliyin di Jawa Timur mampu mengumpulkan dana dalam jumlah besar hanya dalam waktu singkat.
"Ketika akan muktamar di Lampung, PWNU Jawa Timur pernah mencoba mengumpulkan dana dari masyarakat nahdliyin. Dalam waktu satu bulan kami mampu mengumpulkan dana hampir Rp4 miliar," ungkapnya.
Menurut Gus Salam, semangat kemandirian juga terlihat dari kesiapan sejumlah pesantren besar yang menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah muktamar dengan pembiayaan mandiri.




































