jabar.jpnn.com, BOGOR - PT Phytochemindo Reksa meresmikan pabrik barunya di Klapanunggal, Kabupaten Bogor sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional.
Peresmian fasilitas tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri ekstrak bahan alam Indonesia yang berbasis riset dan berdaya saing global.
Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa bersama Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, serta dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian.
Kehadiran pemerintah dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan industri farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan nasional.
Pabrik Klapanunggal merupakan fasilitas produksi terbesar dalam sejarah perusahaan. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 23.235 meter persegi yang mencakup gedung produksi, laboratorium riset, serta gudang terintegrasi.
Pabrik ini dirancang sebagai fondasi operasional perusahaan untuk 20 tahun ke depan dengan penerapan standar produksi guna memastikan kualitas, keamanan, dan konsistensi produk.
Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona, mengatakan pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun industri herbal berbasis sains.
“Peresmian Pabrik Klapanunggal bukan hanya tentang pembangunan fasilitas produksi, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam membangun kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional berbasis riset. Kami percaya bahwa herbal Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi solusi kesehatan global, selama dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Patrick dalam sambutannya, Selasa (12/5).








































