jpnn.com, JAKARTA - Presiden World Council of Preventive Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM) serta World Council of Stem Cell and Genetic (WOCS) Prof, dr. Deby Vinski, menilai kepemimpinan Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, berhasil menempatkan Indonesia pada jalur strategis dalam tata kelola kesehatan modern.
Dia menyebutkan hal itu membuat Indonesia kian menegaskan langkahnya untuk tampil sebagai pemain strategis dalam pengembangan kedokteran masa depan, khususnya di bidang preventive, regenerative, anti-aging medicine, stem cell, dan gene therapy.
“Di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar, BPOM RI mampu menjaga keseimbangan yang sangat penting antara keselamatan masyarakat, integritas ilmiah, dan percepatan inovasi medis. Ini adalah fondasi utama agar Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan stem cell dan gene therapy dunia,” kata Prof. Deby dalam keterangannya, Sabtu (17/1).
Menurutnya, regulasi yang kuat dan progresif menjadi kunci agar inovasi kesehatan berbasis teknologi tinggi dapat berkembang tanpa mengorbankan aspek keselamatan pasien.
Dia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi hub global jika didukung oleh kebijakan yang visioner dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan nasional, Prof. Deby menyebutkan penguatan sektor kesehatan berbasis teknologi maju sejalan dengan visi Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas.
“Preventive, regenerative, anti-aging medicine, termasuk stem cell dan gene therapy, adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga daya saing bangsa,” tegasnya.
Dia menjelaskan pemerintah dan swasta sepakat membangun kolaborasi jangka panjang agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi medis, tetapi juga pusat pengembangan ilmu, riset, dan layanan kesehatan berteknologi tinggi.














































