jatim.jpnn.com, PONOROGO - Polres Ponorogo melarang penggunaan sound horeg dalam kegiatan sahur on the road (SOTR) serta aktivitas perang sarung selama bulan Ramadan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Ponorogo Andin Wisnu Sudibyo mengatakan selain sound horeg dan perang sarung, polisi juga melarang aksi balap liar serta penyalaan petasan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
"Saya mengimbau seluruh masyarakat Ponorogo agar menjalankan ibadah puasa dengan baik dan memanfaatkan bulan suci untuk kegiatan yang positif," kata Andin, Sabtu (21/2).
Menurutnya, aktivitas seperti sound horeg dan perang sarung lebih banyak menimbulkan dampak negatif dan berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
"Untuk kegiatan sound horeg dan perang sarung, kami minta ditiadakan karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," ujarnya.
Andin menambahkan seluruh jajaran polsek telah diperintahkan meningkatkan patroli, terutama pada malam hari hingga menjelang sahur untuk mengantisipasi gangguan keamanan.
Selain itu, Polres Ponorogo membuka layanan pengaduan melalui call center 110 agar masyarakat dapat segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas.
“Kami berharap sinergi masyarakat dan kepolisian dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan,” katanya. (antara/mcr12/jpnn)









































