jpnn.com - Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia Ari Junaedi menyoroti komunikasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menyatakan Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla sebagai senior, mentor, dan idolanya.
Ari yang juga direktur eksekutif Nusakom Pratama Institute mengatakan pernyataan itu menunjukkan kedewasaan berpolitik Gibran yang semakin matang.
Dia juga memuji pernyataan Gibran yang tetap tenang dan santun dalam menanggapi pertanyaan publik mengenai situasi politik hari ini dan tidak terpancing untuk membuat situasi semakin memanas.
"Gibran tidak terpancing dengan pancingan pertanyaan media yang jika ditanggapi dengan emosi justru akan memperuncing suasana politik nasional menjadi semakin panas. Dalam hal ini, Gibran sudah belajar banyak mengenai pola komunikasi yang benar," kata Ari dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Ari menilai komunikasi politik Gibran tidak terlepas dari upaya meredam "panasnya" tensi politik akhir-akhir ini, juga pada saat rakyat terkena imbas kenaikan harga-harga, seperti BBM nonsubsidi, elpiji nonsubsidi, dan harga plastik akibat pengaruh geopolitik global.
"Dalam teori komunikasi, upaya Gibran seperti ingin memecah spiral keheningan. Dari Elisabeth Noelle Neumann, seorang pakar politik dari Jerman, Gibran sepertinya ingin memecah dominasi arus pendapat umum tentang diri dan keluarganya," tuturnya.
Dalam sepekan terakhir, pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) soal Presiden ke-7 RI Joko Widodo sedang menjadi sorotan publik.
JK mengatakan bahwa dirinya yang menyerahkan nama Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Bahkan, JK juga mengatakan Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI karena dirinya.








































