jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya melakukan penataan menyeluruh di kawasan Jalan Stasiun Wonokromo untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi, terutama pada jam sibuk.
Penanganan tidak hanya dilakukan melalui pelebaran jalan, tetapi juga pengaturan lalu lintas serta penataan aktivitas warga di sekitar lokasi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pengaspalan dan pelebaran jalan dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruas jalan yang selama ini tidak optimal.
“Jalan ini akan kita aspal sehingga jalur di sini lebih lebar untuk mengurai kemacetan yang dari arah Jagir maupun dari arah Hotel Novotel. Karena kan biasanya bisa macet sampai di sana sampai ke arah traffic light ini,” kata Eri seusai meninjau pengerjaan pengaspalan, Selasa (21/4).
Selain pembenahan jalan, Pemkot juga berkoordinasi dengan PT KAI untuk mengatur arus lalu lintas di perlintasan rel Stasiun Wonokromo. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengaturan lampu lalu lintas sebelum kereta melintas.
“Saya juga minta, koordinasi dengan Pak Suyoto, Kepala Stasiun Wonokromo untuk menghitung jam, berapa sih kereta yang lewat sini maka satu menit sebelum kereta lewat sudah (dinyalakan) lampu merah, kalau sudah lampu merah, maka tidak ada lagi ekor (kendaraan yang melintas),” ujarnya.
Penataan juga menyentuh area punden atau makam di sekitar stasiun. Pemkot berencana membuka akses khusus dari luar pagar rel sekaligus memasang pembatas untuk keselamatan warga.
“Ini pundennya orang Wonokromo. Jadi, nanti pundennya akan saya kasih pintu. Untuk keselamatan warga, nanti punden itu akan kami beri (pembatas) dinding, warga yang masuk ke dalam punden tidak bisa menyebrang ke rel kereta api. Nanti saya koordinasikan, saya yakin Pak Kadaop akan memberikan ini,” kata dia.





































