jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mulai membongkar fasad eks Toko Nam di kawasan Jalan Embong Malang. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Mohamad Iman Rachmadi mengatakan, pembongkaran dilakukan bertahap pada malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas.
“Sudah mulai kami bongkar untuk tahap pertama. Kami harapkan selesai dalam satu malam, sehingga besok malam bisa lanjut ke tahap kedua. Kami sengaja memilih waktu malam hari agar lebih aman dan tidak mengganggu pengguna jalan," ujar Iman, Kamis (23/4).
Dia menjelaskan proses pembongkaran dibagi dalam tiga tahap. Mulai dari pembongkaran fondasi dan pengaman besi, dilanjutkan pembongkaran struktur utama fasad, hingga rekondisi lahan dan perbaikan pedestrian.
Iman menargetkan tahap awal bisa diselesaikan dalam satu malam. Besok malam lanjut tahap kedua. Secara keseluruhan, pembongkaran ditargetkan rampung dalam tiga hingga lima hari.
Pemkot Surabaya juga telah berkoordinasi dengan manajemen Tunjungan Plaza (TP) karena lokasi bangunan berhimpitan.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak TP supaya melepas kaca-kaca di sekitar area untuk meminimalisasi risiko pecah. Selain itu, kami juga meminta izin alat untuk ke halaman TP karena secara teknis bangunan akan didorong ke depan dalam proses pembongkaran nanti,” jelasnya.
Menurut Iman, tantangan utama terletak pada lokasi bangunan yang berada di tikungan jalan protokol dengan lalu lintas padat. Selain itu, tinggi bangunan juga menjadi faktor risiko dalam proses pembongkaran.





































