Payung Debu

5 hours ago 28

Oleh: Dahlan Iskan

Payung Debu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Bandara "dibuang sayang" Kertajati akhirnya ada gunanya. Pesawat Garuda dari Jeddah akan mendarat di Kertajati lantaran Soekarno-Hatta ditutup akibat abu letusan gunung Anak Krakatau kemarin.

"Bandara Jakarta tutup" adalah bencana tersendiri. Indonesia terlalu bergantung pada Jakarta. Lebih 300 penerbangan batal mendarat di Jakarta (Cengkareng dan Halim). Itu adalah berita duka yang mendalam. Utamanya dilihat secara ekonomi.

Bertubi-tubi bencana datang: kebakaran hutan, gempa bumi dan kini debu vulkanik. Nilai kerugian ekonomi semua itu ratusan triliun rupiah.

Debu vulkanik memang sangat dihindari penerbangan. Beda dengan asap. Debu vulkanik bisa membuat mesin pesawat tiba-tiba mati.

Anda sudah tahu: debu vulkanik halus sekali. Keras sekali. Seperti batu. Begitu masuk mesin-pesawat benda keras itu mencair --terkena suhu yang sangat panas. Lalu mengganggu sistem udara. Mesin mati.

Itu pernah dialami pesawat Boeing 474 British Airways di saat Gunung Galunggung di Jabar meletus. Pesawat itu jurusan Sidney-London. Melintas di atas Jabar. Tinggi sekali: 47.000 kaki.

Tentu arah angin juga menentukan bandara mana saja yang terimbas kali ini: Lampung, Cengkareng, Halim, Pondok Cabe, dan Bandung.

Semoga Kertajati benar-benar aman. Tapi karena Garuda dari Jeddah itu datang dari arah barat jangan sampai tidak aman. Mungkin saja jalur terbangnya diubah sedikit, melengkung ke utara dulu, tidak melintas di utara Jakarta.

Bandara 'dibuang sayang' Kertajati akhirnya ada gunanya. Pesawat Garuda dari Jeddah akan mendarat di sana lantaran Soekarno-Hatta ditutup akibat abu vulkanik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |