jpnn.com - Bhayangkara Presisi Lampung FC harus melakukan penyesuaian setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap kondisi lingkungan di Bandar Lampung.
Situasi tersebut membuat program latihan tim tidak bisa berjalan seperti biasanya.
Faktor keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama sebelum tim menjalani aktivitas di ruang terbuka.
Abu Vulkanik Mulai Berdampak ke Aktivitas Bhayangkara FC
Dokter tim Bhayangkara FC Khairi menyebut kondisi pada Minggu (6/9/2026) pagi sudah lebih baik. Namun, sisa abu vulkanik masih ditemukan di sekitar area latihan.
"Pagi hari ini (kemarin, red) terlihat membaik, abu vulkaniknya sudah tidak kasat mata ataupun tidak turun lagi. Namun, sisa-sisa debunya masih terasa di lapangan," ujar Khairi.
Kondisi itu membuat tim medis mengingatkan pemain dan ofisial agar tidak mengabaikan perlindungan diri. Masker dan kacamata pelindung menjadi perlengkapan yang disarankan ketika beraktivitas di luar ruangan.
Bhayangkara FC Ubah Pola Latihan
Paparan abu vulkanik sendiri dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari masalah pernapasan hingga iritasi pada mata dan kulit.
Situasi tersebut kemudian direspons tim pelatih dengan mengubah porsi latihan. Aktivitas fisik lebih dulu dilakukan di dalam ruangan sebelum pemain menjalani sesi ringan di lapangan.
















.jpeg)





























