jpnn.com, JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) VIII Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, dan Media Informasi-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP PPMI SPSI) bakal diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (1/8).
Agenda itu direncanakan diikuti sekitar 300 peserta yang merupakan delegasi dari seluruh Indonesia.
Munas VIII dijadwalkan dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan dihadiri Ketua Umum KSPSI Yorrys Raweyai.
Kegiatan itu mengundang Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wali Kota Surakarta Respati Adi hingga perwakilan International Labour Organization (ILO) Jakarta, hingga para presiden, ketua umum konfederasi serta federasi serikat pekerja di Indonesia,
Ketua Umum FSP PPMI SPSI Arnod Sihite mengatakan Munas ke-8 itu diharapkan menjadi ajang konsolidasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang berkembang.
"Musyawarah Nasional VIII ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, soliditas, dan arah perjuangan FSP PPMI SPSI dalam menghadapi berbagai tantangan dunia kerja yang terus berkembang," kata Arnod, pada Jumat (31/7).
Dia menyebutkan, lewat Munas ke-8, FSP PPMI SPSI hendak menghasilkan program kerja yang adaptif, memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, perlindungan, dan hak-hak pekerja di sektor percetakan, penerbitan, dan media informasi.
Pelaksanaan Munas diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi untuk kemajuan ketenagakerjaan.











































