Ekonom Ingatkan Pemerintah soal Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri Indonesia

2 hours ago 13

Ekonom Ingatkan Pemerintah soal Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengingatkan saat ini risiko jatuh tempo utang luar negeri Indonesia makin pendek. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengingatkan saat ini risiko jatuh tempo utang luar negeri Indonesia makin pendek, meski rasio utang terhadap PDB masih stabil atau relatif aman.

Untuk diketahui, rasio utang luar negeri terhadap PDB pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 30,63 persen dari periode yang sama tahun lalu sekitar 30,51 persen. 

Namun, rasio utang luar negeri jangka pendek berdasarkan jangka waktu sisa terhadap cadangan devisa naik dari 55,57 persen pada triwulan II 2025 menjadi 72,77 persen pada triwulan II 2026.

“Stabilnya rasio utang luar negeri terhadap PDB jangan sampai membuat mengabaikan risiko jatuh tempo yang semakin pendek,” kata Yusuf di Jakarta, Senin (14/9).

Yusuf menjelaskan rasio utang luar negeri jangka pendek terhadap cadangan devisa yang meningkat, berarti kewajiban valas yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan meningkat relatif terhadap bantalan devisa.

Namun, menurutnya, angka 72,77 persen tersebut belum menunjukkan krisis. Secara praktis, jelas dia, masih di bawah ambang 100 persen yang sering digunakan dalam pendekatan Guidotti-Greenspan. 

Kemudian, cadangan devisa Agustus sekitar USD 146,5 miliar juga masih setara lebih dari lima bulan impor.

Jadi, buffer eksternal masih ada, yang berubah adalah tingkat sensitivitasnya. Jika sentimen global memburuk, tekanan terhadap rupiah, arus modal keluar, dan kebutuhan rollover utang jangka pendek bisa terjadi bersamaan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengingatkan saat ini risiko jatuh tempo utang luar negeri Indonesia makin pendek

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |