jpnn.com - JAKARTA - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengusulkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar segera membuat hukum internasional yang mengatur soal artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Ketua umum PDI Perjuangan itu meminta PBB melihat situasi ini secara serius dan segera merumuskan hukum internasional yang dapat mengatur cara kerja AI agar tidak merugikan umat manusia.
Megawati menyampaikan itu dalam diskusi meja bundar Zayed Award for Human Fraternity Roundtable 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Kamis malam waktu setempat.
"Nah saya mengatakan di dalam diskusi kami itu ya seharusnya, menurut saya, PBB itu sebagai Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mesti melihat sikon (situasi dan kondisi) ini. Dengan demikian tentunya ada perlindungan melalui hukum internasional, di mana yang namanya AI itu tidak bisa bekerja seperti sekarang ini (tanpa regulasi ketat)," kata Megawati dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/2) malam.
Putri Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno itu mengakui manfaat teknologi AI. Namun, dia juga menyuarakan kekhawatiran mendalam jika AI dibiarkan tanpa payung hukum yang melindungi kemanusiaan.
"Bagus, tetapi yang sangat dikhawatirkan kalau tidak ada sebuah perlindungan yang nyata, tentunya artinya itu harus melalui masalah hukum, maka takutnya itu malah bisa menjadi merusak," katanya.
Megawati memberikan contoh konkret mengenai bahaya manipulasi digital, yang mana teknologi kini mampu merekayasa visual dan suara seseorang (deepfake) dengan sangat mudah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang harus bertanggung jawab jika terjadi penyalahgunaan.
"Sebagai contoh, kan, umpamanya siapa yang akan bertanggung jawab kalau ada sebuah... sekarang gampang sekali artificial kan? Jadi, ternyata dipikir ada orang A itu yang berbicara padahal tidak," katanya menjelaskan.
Megawati mengaku bersyukur pandangannya tersebut mendapat respons positif dari para tokoh dunia yang hadir dalam forum Zayed Award. Ada kesepahaman bahwa meskipun teknologi adalah bagian tak terpisahkan dari masa depan dunia, pengaturannya tetap krusial.






















.jpeg)

















