jpnn.com, JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memilimi peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian pasar internasional,
Melalui APBN, pemerintah membiayai berbagai program pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, subsidi energi, perlindungan sosial, hingga dukungan bagi sektor usaha dan industri nasional.
Keberadaan APBN juga menjadi salah satu instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi agar tetap berjalan di tengah tantangan global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan fundamental ekonomi Indonesia hingga Triwulan I Tahun 2026 masih berada dalam kondisi yang relatif stabil.
Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,61%, sedangkan inflasi tetap terjaga pada level 2,42%.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga masih berada pada level optimistis sebesar 122,9, disertai surplus neraca perdagangan yang berlanjut selama 71 bulan berturut-turut.
Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,5% secara tahunan (year on year/yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,6% (yoy), dan aliran modal asing tercatat sebesar Rp38,5 triliun pada April 2026.
Konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.








































