jpnn.com - PALEMBANG - Jika Anda mengira kemewahan Ramadan hanya milik hotel berbintang, maka semangkuk Laksan Udang Satang di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara akan mematahkan asumsi tersebut.
Bayangkan, potongan Laksan kenyal yang terendam dalam kuah santan merah membara dipadukan dengan dua ekor udang galah (satang) raksasa yang bertengger gagah di atasnya.
Ini bukan sekadar takjil biasa, ini adalah Laksan Kuah Udang Satang Ce' Anie, hidangan yang kini primadona bukber warga Palembang di Ramadan 2026.
Laksan selama ini dikenal sebagai saudara kandung pempek yang disajikan dengan kuah santan.
Namun, di dapur Ce' Anie hidangan rakyat ini mengalami naik kelas, sentuhan udang satang bukan sekadar hiasan estetika, melainkan kunci dari kedalaman rasa kaldunya.
"Ramada adalah momen pemulihan. Kami menambahkan udang Satang utuh agar kaldu alaminya lebih bold dan proteinnya lebih tinggi. Sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah belasan jam berpuasa," ungkap Ce' Anie, Senin (23/2).
Kesegaran rasa rempah yang "nendang" membuat permintaan laksan melonjak tajam setiap kali bulan puasa tiba.
Bagi banyak keluarga di Palembang, berbuka tanpa kehadiran hidangan bersantan seperti laksan terasa ada yang kurang. Ce’ Anie mengatakan bahwa pesanan untuk acara buka bersama selalu membanjiri gerainya.












































