jpnn.com, JAKARTA - Kutus Kutus memperluas kegiatan sosial berbasis komunitas dengan melibatkan lansia dan penyandang difabel di sejumlah daerah.
Pendekatan itu dilakukan untuk membangun ruang interaksi yang lebih hangat dan inklusif di tengah masyarakat.
Belakangan, aktivitas sosial berbasis komunitas memang makin banyak digelar di berbagai kota.
Tidak hanya menyasar anak-anak, kegiatan semacam ini juga mulai memberi perhatian lebih kepada kelompok lansia dan komunitas difabel, yang dinilai membutuhkan ruang interaksi sosial berkelanjutan.
Kutus Kutus menjadi salah satu pihak yang aktif menjalankan pendekatan tersebut lewat berbagai kegiatan yang dilakukan langsung bersama masyarakat.
Di Denpasar, misalnya, kegiatan digelar di lingkungan panti asuhan melalui aktivitas santai dan kebersamaan bersama anak-anak.
Selain berbagi, kegiatan juga diisi percakapan ringan seputar aktivitas sehari-hari hingga pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Owner Kutus Kutus Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel Sugiharto, mengatakan kegiatan berbasis komunitas bukan sekadar agenda sosial biasa, melainkan upaya membangun dukungan sosial yang lebih dekat dengan masyarakat.





































