jpnn.com, SURABAYA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memuji kecanggihan teknologi face recognition saat memantau langsung pendaftaran Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Surabaya, pada Selasa (28/7).
Didampingi langsung oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, petugas kecamatan, dan warga, Qodari menyaksikan setiap tahapan verifikasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk memastikan bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa transformasi digital yang dijalankan pemerintah menjadi langkah penting untuk menghadirkan sistem perlindungan sosial yang lebih adil, cepat, dan transparan.
"Saya tadi mencoba sendiri di antara warga yang hadir melihat bagaimana proses pendaftaran itu dilakukan. Rasanya luar biasa, sangat canggih. Kita bisa menggunakan teknologi yang kekinian, face recognition," kata Qodari, dalam keterangannya, Rabu (29/7).
Dalam simulasi tersebut, petugas memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari KTP warga ke dalam aplikasi. Selanjutnya, sistem secara otomatis mencocokkan identitas menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition).
Hasil verifikasi kemudian dibandingkan dengan berbagai basis data pemerintah sehingga proses validasi dapat dilakukan secara cepat dan akurat.
Menurut Qodari, keunggulan utama sistem ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga.
Informasi seperti penggunaan daya listrik, kepemilikan kendaraan, hingga kepemilikan lahan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerima bantuan sosial.











































