jpnn.com, BATAM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Sultan Baktiar Najamudin mendorong pemerintah daerah se-Sumatera untuk berkolaborasi dalam mengonsolidasikan dan mengembangkan potensi sumber daya alam melalui hilirisasi yang terintegrasi. Hal tersebut disampaikan Sultan saat memberikan sambutan dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah I di Batam, Kepulauan Riau, Jumat, 11 September.
"Wilayah Sumatera memiliki potensi SDA yang luar biasa, baik di darat maupun di laut. Namun, di sisi lain, letak strategis Sumatera juga menghadapkan kita pada tantangan bencana alam yang cukup serius dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Sultan.
Menurut Sultan, sebagian besar wilayah Sumatera merupakan kawasan terdepan Indonesia di bagian barat yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan Samudra Hindia. Posisi strategis tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan dalam membangun perekonomian kawasan.
"Terdapat banyak daerah kepulauan di wilayah ini. Karena itu, perlu dibentuk sebuah koridor atau ekosistem ekonomi dan bisnis yang lebih sistematis dan terintegrasi," tambahnya.
Selain pengembangan koridor ekonomi, Sultan juga mendorong Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi dalam menyiapkan langkah-langkah efektif dan inovatif untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Bagi kami, pemulihan tidak boleh sekadar mengembalikan apa yang rusak. Kita harus membangun kembali dengan prinsip build back better, safer, and sustainable," tegasnya.
Sultan menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun kembali harus lebih tangguh menghadapi potensi bencana. Konektivitas antardaerah juga perlu diperkuat agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih.
"Infrastruktur yang dibangun harus lebih tangguh. Konektivitas harus diperkuat. Perekonomian masyarakat harus kembali bergerak," ujarnya.
















































