bali.jpnn.com, DENPASAR - Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, PT Bali Turtle Island Development (BTID) menunjukkan komitmennya mendukung ekosistem pendidikan di Desa Serangan, Denpasar.
Langkah nyata tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi 11 mahasiswa magang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) untuk mengajar di SDN 2 dan SDN 3 Serangan.
Selama empat bulan, mulai Agustus hingga November 2026, para mahasiswa dari program studi Sastra Inggris dan Sastra Bali tersebut akan mengampu mata
pelajaran di kedua sekolah dasar tersebut sesuai bidang ilmu yang dipelajari.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara BTID dan Universitas Udayana yang telah disepakati sejak 2024 hingga tiga tahun ke depan.
Kerja sama ini mencakup bidang penelitian, pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Kegiatan magang ini sejalan dengan program Magang Berdampak, sebuah kebijakan pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi.
Tujuannya tak lain adalah untuk menjembatani dunia akademik dengan dunia kerja.
Kepala Departemen Komunikasi BTID Zefri Alfaruqy menyatakan sinergi lintas institusi ini adalah wujud kepedulian kawasan terhadap ekosistem pendidikan agar tercipta pemerataan.













































