Cegah Karhutla Berdampak Fatal ke Satwa, Kemenhut Percepat Upaya Penyelamatan

3 hours ago 14

Cegah Karhutla Berdampak Fatal ke Satwa, Kemenhut Percepat Upaya Penyelamatan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi menemukan seekor Orangutan jantan dewasa dalam kondisi lemas di perkebunan warga Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu (31/8/2026) (Antara / HO : YIARI Kalbar)

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut dampak karhutla di beberapa daerah tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga berdampak ke satwa liar.

Raja Juli mengatakan Kemenhut bersama instansi terkait dan mitra konservasi tengah memperkuat langkah konkret menyelamatkan satwa terdampak.

Hal demikian dikatakan dia usai mengunjungi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (9/9).

"Kerja sama selama ini berjalan dengan baik, namun dalam konteks karhutla ini, kami kerja samanya lebih diperkuat lagi,” ujar Menhut melalui keterangan persnya dikutip Jumat (11/9).

Raja Juli menuturkan penguatan penyelamatan satwa liar dilakukan bersamaan dengan penanganan karhutla melalui pemadaman api.

Adapun, penguatan dilakukan melalui intensifikasi patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. 

Menhut mengatakan kendaraan patroli akan digunakan lebih banyak dan lebih sering, sedangkan masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan orang utan keluar dari hutan atau masuk ke wilayah permukiman.

“Kecepatan melaporkan dan kecepatan untuk me-rescue ini sangat penting, karena makin lama orang utan mengalami misalkan penyakit pernapasan, ya, dari dampak karhutla, dan terlambat untuk di-treatment secara baik, nah, itu akan mengakibatkan fatal,” katanya.

Menhut Raja Juli Antoni menyebut satwa yang berhasil diselamatkan akan diperiksa kesehatan, sebelum dilepasliarkan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |