jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut pihaknya segera melakukan penyelidikan setelah mendengar kabar riset palsu oleh peneliti Indonesia di forum internasional.
Menurutnya, penyelidikan dikakukan terkait status terduga pelaku, bentuk afiliasi yang digunakan, serta keterkaitan dengan institusi ikut dalam forum.
"Saat ini kami terus melakukan koordinasi dan pendalaman bersama pihak terkait untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya," kata Brian kepada wartawan, Kamis (28/5).
Namun, dia mengatakan pihaknya menerapkan kehati-hatian dalam penyelidikan, termasuk membuka ruang klarifikasi terduga pelaku.
"Setiap dugaan perlu diverifikasi secara objektif berdasarkan bukti serta mekanisme yang berlaku di lingkungan akademik dan penelitian," ujarnya.
Brian mengatakan kasus dugaan riset palsu WNI dikhawatirkan berdampak ke persepsi internasional terhadap integritas peneliti Indonesia.
Hanya saja, dia menekankan semua pihak perlu melihat kasus riset palsu secara proporsional, karena Indonesia memiliki sangat banyak peneliti, dosen, mahasiswa, dan inovator.
Brian menyebut tidak sedikit peneliti hingga dosen bekerja secara profesional, menjunjung standar etik dan integritas yang baik, memiliki reputasi, serta terus menghasilkan riset yang diakui internasional.





































