bali.jpnn.com, BANTUL - Bali United harus menelan pil pahit setelah dipaksa bermain imbang 3-3 oleh tuan rumah PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-22 Super League 2025-2026 di Stadion Sultan Agung, Senin (23/2) malam.
Mengusung misi balas dendam dan mendominasi pertandingan sepanjang laga, Bali United dipaksa bermain imbang tuan rumah.
Kartu merah yang diperoleh bek tengah Joao Ferrari pada menit ke-72 mengubah hasil akhir pertandingan terakhir pekan ke-22.
Bali United yang unggul tiga gol sejak menit ke-55, dipaksa bermain imbang 3 – 3 setelah wasit Eko Saputra mengusir bek asal Brasil itu.
Itu artinya, Joao Ferrari layak jadi kambing hitam atas kegagalan Bali United melakukan balas dendam dan meraih tiga poin dari tuan rumah PSIM Yogyakarta.
Bali United berhasil membuka keunggulan pada menit 33 melalui umpan cut back Irfan Jaya yang diselesaikan Thijmen Goppel dengan sepakan kaki kirinya.
Gol kedua Bali United terjadi di penghujung babak pertama melalui skema set piece tendangan sudut.
Umpan silang Teppei Yachida disambut sundulan Joao Ferrari yang diselesaikan oleh Tim Receveur dengan tendangan mengarah ke gawang PSIM Yogyakarta yang dijaga Cahya Supriadi.








































