Istana Tepis Isu Ancaman Keamanan di Pusat Perbelanjaan Jakarta-Surabaya

10 hours ago 25

Istana Tepis Isu Ancaman Keamanan di Pusat Perbelanjaan Jakarta-Surabaya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

jpnn.com, JAKARTA - Istana Kepresidenan mengimbau publik dan media massa untuk aktif melakukan cek fakta guna meredam penyebaran isu fear mongering yang memicu ketakutan massal.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengajak masyarakat untuk memeriksa kebenaran setiap informasi terkait isu ancaman keamanan di sejumlah pusat perbelanjaan Jakarta dan Surabaya.

Hal tersebut dikatakan Hasan menggapai isu adanya pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya yang dipasangi pagar karena diduga terkait ancaman terhadap keamanan.

"Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar enggak 'fear monger' yang sedang beredar itu," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Menurut Hasan, masyarakat perlu tetap bersikap optimistis karena kondisi negara dalam keadaan baik dan pemerintah terus menjalankan berbagai program.

Hasan mencontohkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang berlangsung dengan komunikasi dua arah. Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan dari pelaku usaha diterima dengan baik oleh Presiden.

"Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju," ujarnya.

Selain itu, Hasan juga membantah anggapan mengenai adanya represi digital dari pemerintah.

Istana Kepresidenan mengimbau publik dan media massa untuk aktif melakukan cek fakta guna meredam penyebaran isu fear mongering yang memicu ketakutan massal.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |