jpnn.com, KOTA BANDUNG - Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Senin (23/2).
Dalam kunjungan itu, Iftitah memberikan apresiasi atas pelaksanaan program Transmigrasi Patriot serta inisiasi pameran karya patriot di lapangan.
Menariknya, kunjungan itu sengaja dirancang agar jauh dari kesan seremonial yang sarat pencitraan.
Menteri Iftitah secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk berinteraksi langsung tanpa menjadikan kehadirannya sebagai panggung utama.
"Sekarang ini eranya sangat terlalu banyak distraksi, ya, kan. Kalau menteri bawa wartawan dibilangnya pencitraan. Saya ingin langsung datang ke ITB, saya ingin langsung berinteraksi, bukan soal publikasi," kata Iftitah saat memberi sambutan.
Dia pun secara khusus meminta awak media yang hadir untuk mengalihkan sorotan kepada para akademisi.
"Jadi, saya minta maaf kepada para wartawan, saya tadi sampaikan sama staf saya tidak ada doorstop di sini. Nanti yang di-doorstop tolong para patriot ini, ya para guru besar, para doktor, para peserta anggota patriot dan pak rektor. Tolong ditanyakan kepada beliau-beliau apakah program Transmigrasi Patriot ini memberikan manfaat atau tidak," jelasnya.
Menteri Iftitah menekankan bahwa energi utama dari program Transmigrasi Patriot lahir dari kesadaran penuh akan pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM).












































