jpnn.com - MOSKOW - Iran merespons tegas ancaman Amerika Serikat (AS).
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani dalam percakapan telepon dengan Kepala Divisi Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri Swiss, Gabriel Luechinger, menyatakan bahwa Iran tidak akan diam menghadapi retorika ancaman AS.
“Meskipun Iran memandang pendekatan positif Swiss sebagai hal yang perlu, Iran tidak akan tinggal diam menghadapi retorika ancaman AS,” demikian pernyataan Larijani seperti dikutip kantor berita Tasnim, Kamis (15/1).
Dalam laporan tersebut, Larijani juga memuji peran positif Swiss dalam meredakan ketegangan dan membantu penyelesaian krisis-krisis sebelumnya.
Aksi protes meletus di Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran atas melonjaknya inflasi akibat melemahnya mata uang lokal, rial Iran.
Sejak 8 Januari, setelah adanya seruan dari Reza Pahlavi, yang merupakan putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Iran makin intensif.
Pada hari yang sama, akses internet di negara itu diblokir.
Di beberapa kota, demonstrasi berubah menjadi bentrokan dengan aparat kepolisian ketika para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah.













































