jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru berkomitmen akan menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029.
Hal itu disampaikan Herman Deru dalam acara Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4) pagi.
Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu.
Herman Deru menyebut pembangunan pelabuhan ini merupakan cita-cita panjang yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu oleh para gubernur terdahulu.
Setidaknya, sudah delapan periode kepemimpinan yang meninggalkan jejak dalam upaya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel.
“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujar Herman Deru.
Dia menjelaskan keberadaan pelabuhan samudera sangat krusial bagi Sumsel sebagai daerah kaya sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi.
Selama ini, keterbatasan pelabuhan membuat distribusi komoditas harus melalui provinsi lain, sehingga meningkatkan biaya logistik dan melemahkan daya saing daerah.







































