jpnn.com, JAKARTA - PT Adaro Indonesia (Adaro) kembali membuktikan komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan yang ramah lingkungan. Perusahaan ini berhasil meraih penghargaan tertinggi, PROPER Emas, dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi, di Jakarta pada Selasa (7/4).
Pencapaian ini menjadi catatan sejarah bagi perusahaan. Hal itu dikarenakan merupakan raihan PROPER Emas ke-8 bagi produsen yang bergerak di bidang tambang ini.
"Secara istimewa, Adaro mampu mempertahankan predikat tertinggi ini selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2025," kata Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi dalam keterangannya dikutip Kamis (9/4).
Dia menyatakan bahwa keberlanjutan (sustainability) telah menjadi bagian inti dari strategi bisnis perusahaan. Ia menekankan pentingnya pendekatan pertambangan yang bertanggung jawab.
"Kami menerjemahkan pendekatan responsible and sustainable mining dalam tata kelola, keunggulan operasional, inovasi berkelanjutan, serta hubungan yang bertanggung jawab dengan karyawan, lingkungan, dan masyarakat," ujarnya.
Sebagai penerima PROPER Emas, Adaro dinilai telah memenuhi kriteria "beyond compliance" atau melakukan lebih dari yang diwajibkan oleh regulasi. Hal ini mencakup keunggulan di bidang operasional, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan hidup, hingga inovasi sosial.
Dalam operasionalnya, Adaro secara konsisten melakukan perbaikan lingkungan yang berkesinambungan. Fokus utamanya adalah penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta efisiensi energi di seluruh wilayah operasional tambang.







































