jpnn.com, JAKARTA - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat di Aula Bung Hatta, Kamis (23/4).
Kegiatan yang didukung Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition) LPDP ini menjadi bagian dari komitmen UNJ untuk memperluas dampak riset dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
FGD dihadiri media dan mitra pengabdian, serta menjadi ruang strategis untuk memaparkan capaian program sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Sejumlah program inovatif ditampilkan, mulai dari pendekatan berbasis budaya hingga penguatan karakter melalui literasi dan konseling.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ Iwan Sugihartono menyebut pengabdian kepada masyarakat tidak semata menjadi hilirisasi riset, tetapi juga instrumen transformasi sosial yang berkelanjutan.
"Implementasi ilmu pengetahuan dan penerapan produk hasil penelitian harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, kewilayahan, dan kewirausahaan," katanya.
Selanjutnya, Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ R.A. Murti Kusuma W menyampaikan bahwa kegiatan yang merupakan program Equity-LPDP ini bisa meningkatkan visibilitas serta dampak program pengabdian di tingkat nasional maupun global, sekaligus memperkuat rekognisi UNJ.
"Hal itu sekaligus memperkuat rekognisi institusi di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin kompetitif," ucapnya.
Rektor UNJ Prof. Komarudin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperbesar dampak pengabdian. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem inovasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.








































