jpnn.com, JAKARTA - ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) menyoroti pentingnya keandalan alat berat melalui perawatan disiplin dan penggunaan solusi pelumasan canggih untuk mendukung produktivitas industri pertambangan.
Industri pertambangan saat ini menghadapi tantangan berupa tekanan produksi, kenaikan biaya operasional, kebutuhan menjaga performa alat berat, serta penerapan bahan bakar biodiesel B50.
Kondisi tersebut membuat perusahaan tambang perlu memperkuat strategi perawatan untuk mengurangi risiko waktu henti operasional atau downtime.
EMLI menilai keputusan terkait pelumasan, pemantauan kondisi mesin, dan perawatan preventif tidak lagi sekadar aktivitas pemeliharaan rutin, melainkan bagian dari strategi efisiensi operasional tambang.
Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia Syah Reza mengatakan keandalan peralatan, kebersihan pelumas, serta perawatan berbasis kondisi menjadi faktor penting untuk membantu perusahaan tambang menjaga produktivitas sekaligus mengendalikan biaya operasional.
"Solusi pelumasan sintetis beserta layanan teknis yang terintegrasi menjadi solusi strategis untuk mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas tambang," ujar Syah Reza di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9).
Dalam pameran tersebut, EMLI menghadirkan sejumlah produk pelumas sintetis mobil, di antaranya Mobil Delvac 1 Gear Oil untuk perlindungan sistem penggerak kendaraan komersial dan peralatan tambang, serta Mobilgrease XHP 462 Moly yang diklaim dapat meningkatkan umur pakai pin dan bushing hingga tiga kali lebih lama.
Selain itu, ExxonMobil juga memperkenalkan Mobilith SHC 220 untuk aplikasi gear dan bearing, Mobil DTE 10 Excel sebagai pelumas hidraulik premium, serta MACHINEXT Oil Filtration System yang membantu menjaga kebersihan pelumas dan mendukung keandalan peralatan.















































