jateng.jpnn.com, SEMARANG - Gelombang keresahan tengah menyelimuti UIN Walisongo setelah muncul dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang dosen.
Percakapan mengenai kasus itu meluas di media sosial, terutama setelah beredar unggahan berisi dugaan pesan tak pantas kepada mahasiswi.
Di tengah sorotan publik yang makin tajam, pihak kampus memastikan tidak tinggal diam dan kini mulai bergerak menelusuri dugaan tersebut lewat tim khusus yang dibentuk untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.
"Kami ingin memastikan penanganan kasus berjalan serius dan tidak berhenti sebatas perbincangan di media sosial. Kami berkomitmen mendampingi kasus ini hingga akhir,” kata Ketua PSGA UIN Walisongo Kurnia Muhajarah, Jumat (8/5).
Menurut dia, tim yang dibentuk melibatkan unsur PSGA, Satgas PPKS, hingga tim etik fakultas. Mereka kini mulai menyisir berbagai kemungkinan jalur informasi untuk mengetahui kronologi sebenarnya.
Langkah itu diambil karena laporan awal yang viral berasal dari akun anonim media sosial sehingga membutuhkan proses verifikasi lebih lanjut. Kampus juga mengaku belum dapat mengakses langsung identitas pengunggah maupun korban.
Sementara itu, Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo Nur Hasyim menyebut unggahan di Instagram menjadi petunjuk awal bagi tim investigasi untuk membuka rangkaian penyelidikan internal.
"Dari informasi awal itu menjadi alat untuk melacak kasus ini,” ujar Hasyim.








































