Drum Mesiu

8 hours ago 19

Oleh Dahlan Iskan

Drum Mesiu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Cheng Li-wun tidak mau Taiwan menjadi ''drum mesiu''. Cukuplah perang pecah di Ukraina dan Iran. Jangan merembet ke Taiwan. Maka wanita berumur 56 tahun ini ke Tiongkok. Posisinyi: ketua partai oposisi Taiwan: Partai Kuo Min Tang.

Di Tiongkok, Li-wun bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Tapi yang dia kunjungipertama adalah makam Sun Yat-sen di Nanjing.

Drum Mesiu

Di depan jenazah Sun Yat-sen itu mestinya Li-wun melapor: "Sejak tahun lalu saya terpilih menjadi ketua partai Kuo Min Tang".

Pendiri partai Kuo Min Tang memang Sun Yat-sen: 1894. Didirikannya di Honolulu, Hawaii, saat Yat-sen kuliah di sana. Tujuannya: menjadi gerakan untuk mengakhiri sistem kerajaan di Tiongkok untuk diganti dengan republik.

Di depan pendiri partainyi itu Li-wun tentu juga minta restu: agar di pilkada akhir tahun ini para calon kepala daerah dari partai Kuo Min Tang bisa menang di semua kota dan provinsi. Pun para caleg untuk DPRD di seluruh negara.

Sun Yat-sen meninggal di Beijing di usia yang masih muda: 58 tahun. Hampir sebaya dengan Li-wun yang mendatanginya ke musoliumnya di Nanjing.

Sun Yat-sen meninggal karena kanker liver, tapi setelah diteliti lebih jauh, kanker itu bermula di empedu –lalu menjalar ke liver. Teknologi pengawetan jenazah dari Beijing menjamin Sun Yat-sen akan dalam keadaan masih seperti hidup selama 150 tahun setelah meninggalnya.

Selama Tsai Ing-wen jadi presiden suasana di Taiwan memang tegang. Upaya Ing-wen untuk kian menjauh dari Tiongkok memang kian nyata.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |