Dongeng Si Kema Jadi Media Edukasi Karakter Anak

4 hours ago 25

Selasa, 13 Januari 2026 – 18:43 WIB

Dongeng Si Kema Jadi Media Edukasi Karakter Anak - JPNN.com Jateng

Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Unnes Kayla Amara Putri saat mendongeng Si Kema di Omah Sinau Puntan, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. FOTO: Source for JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Upaya menanamkan nilai tolong-menolong sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif, salah satunya lewat kegiatan mendongeng di Omah Sinau Puntan, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (11/1).

Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kayla Amara Putri. Dia menghadirkan dongeng edukatif bagi anak-anak rumah edukasi itu.

Melalui cerita berjudul Petualangan Kema di Taman Ceria, Amara mengajak anak-anak menyelami kisah seekor kelinci bernama Kema yang berinisiatif menolong seekor ikan bernama Gume saat danau tempat tinggalnya meluap akibat hujan deras.

Dalam cerita tersebut, Kema bersama teman-temannya bekerja sama menyelamatkan Gume agar tidak terseret arus banjir.

“Dikisahkan hujan deras membuat danau di Taman Ceria meluap. Kema kemudian mengajak Buca si burung dan Moni sang pohon untuk menolong Gume, ikan yang hampir terseret arus luapan air danau,” ujar Amara saat membawakan dongeng.

Dengan gaya bertutur yang ekspresif dan alur cerita yang mengalir, Amara berhasil menghidupkan suasana dongeng.

Anak-anak tampak antusias mengikuti cerita sekaligus menyerap pesan moral tentang pentingnya saling membantu dan setia kawan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kisah Kema ini, anak-anak kaki ajak menikmati cerita sambil belajar nilai-nilai kebaikan seperti tolong-menolong dan kebersamaan,” kata Amara.

Menurut mahasiswa semester enam ini, mendongeng, khususnya dengan media buku bergambar, memiliki peran penting dalam pengembangan karakter anak di era saat ini.

Selain merangsang imajinasi, dongeng juga membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan pemahaman nilai-nilai positif.

“Apalagi cerita yang saya gunakan adalah cerita bergambar, sehingga anak-anak lebih mudah memahami isi cerita,” tuturnya.

Dia juga menyoroti fenomena anak-anak yang cenderung semakin individualistis akibat paparan media digital.

Melalui dongeng interaktif, Amara berharap anak-anak dapat kembali menumbuhkan kesadaran untuk hidup bersosial dan peduli terhadap sesama.

“Rasa tolong-menolong itu penting ditanamkan sejak kecil. Apalagi sekarang anak-anak lebih sering berinteraksi dengan gawai,” ujarnya.

Sementara itu, pengasuh Komunitas Omah Sinau Puntan Dwi Pangesti Aprilia mengapresiasi edisi mendongeng yang disambut antusias oleh anak-anak.

“Dongeng, terutama dongeng bergambar, memiliki banyak manfaat, mulai dari menstimulasi kreativitas, memperkaya wawasan, hingga menumbuhkan minat baca,” ujarnya.

Dia berharap agenda serupa dapat dilakukan secara rutin agar nilai-nilai karakter positif semakin kuat tertanam pada anak-anak.

“Kegiatan seperti ini juga membuat anak lebih aktif dan tidak pasif,” tutur akademisi Universitas Negeri Semarang itu. (ink/jpnn)

Media edukasi untuk karakter anak bisa lewat penuturan dongeng Si Kema.

Redaktur : Danang Diska Atmaja
Reporter : Wisnu Indra Kusuma

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |