jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyerahkan 30 unit rumah layak huni beserta sertifikat hak milik (SHM) kepada para pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan, sebagai dukungan kepada program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI).
Program ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi inisiatif Rumah Cahaya yang dinilainya menjadi contoh nyata kolaborasi antara Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung penyediaan hunian layak. Menurutnya, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan perumahan di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super tim dan membangun kolaborasi. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Rumah Cahaya dan Pak Nixon (dirut BTN) karena program ini tepat sasaran,” ujar Maruarar.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan BTN merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program Rumah Cahaya.
Menurutnya, perhatian terhadap perumahan tidak berhenti pada upaya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mencakup penyediaan hunian yang layak bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia. Hari ini kami ingin mengatakan bahwa jasa mereka tidak pernah sia-sia dan tidak pernah dilupakan,” tutur Nixon.
Nixon menambahkan, penyerahan SHM menjadi bagian penting dari program tersebut karena memastikan rumah yang diterima benar-benar menjadi milik para penerima dan dapat menjadi aset bagi keluarga.









































