jpnn.com - JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Sony Sonjaya merespons video viral menampilkan Ketua BEM UGM yang menyebutkan bahwa Mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun, bahkan dikaitkan dengan dugaan mark-up bahan baku.
Narasi tersebut kemudian dihubungkan dengan isu kepemilikan dapur oleh pihak yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu, sehingga muncul kesan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disiapkan untuk membiayai kepentingan partai.
Sony mengatakan narasi tersebut merupakan bentuk disinformasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta teknis maupun skema pembiayaan yang berlaku.
Dia juga membantah klaim mitra meraup keuntungan Rp1,8 miliar per tahun adalah asumsi yang keliru dan tidak berdasar pada realitas investasi maupun operasional.
"Mitra mendapatkan "untung bersih" Rp 1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi," kata Sony dalam keterangannya yang diterima JPNN.com, Minggu (22/2).
Dia menjelaskan Rp 1,8 miliar bukan keuntungan bersih, melainkan pendapatan kotor maksimal.
Angka Rp1,8 miliar merupakan estimasi pendapatan kotor (gross revenue) maksimal dengan perhitungan Rp6.000.000 x 313 hari operasional.
"Angka tersebut bukan laba bersih, melainkan pendapatan sebelum dikurangi biaya investasi, operasional, pemeliharaan, depresiasi, dan risiko usaha lainnya," kataya.

















.jpeg)

























