Berantas Judi Online, Kemkomdigi Blokir Situs Polymarket, Judol Berkedok Prediction Market

7 hours ago 17

Berantas Judi Online, Kemkomdigi Blokir Situs Polymarket, Judol Berkedok Prediction Market

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar dalam wawancara cegat di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026). ANTARA/Livia Kristianti

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi memblokir akses terhadap situs website www.polymarket.com.

Pemutusan akses ini dilakukan karena platform global tersebut dinilai memfasilitasi aktivitas judi online (judol) berkedok pasar prediksi (prediction market).

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan pada Jumat (22/5/2026) bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk perjudian digital di Indonesia.

"Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk judi online di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar di Jakarta Pusat, Jumat.

Dia mengatakan aktivitas seperti Polymarket mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti, sehingga bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Prediction market merupakan platform yang memungkinkan penggunanya memperdagangkan kontrak berdasarkan hasil peristiwa di masa depan seperti pemilu, tren ekonomi, ataupun pertandingan olahraga. Biasanya melibatkan penggunaan teknologi blockhain maupun aset kripto.

Dalam hal ini, Polymarket merupakan platform prediction market yang pada praktiknya memfasilitasi taruhan berbasis uang atas suatu hasil maupun kejadian sehingga tetap dikategorikan sebagai judi online.

Maka dari itu, Kemkomdigi melakukan pemblokiran platform tersebut termasuk juga menelusuri seluruh akun media sosial yang terafiliasi Polymarket agar penutupan akses dapat berlangsung komprehensif di berbagai platform.

Pemutusan akses ini dilakukan karena platform global tersebut dinilai memfasilitasi aktivitas judi online (judol) berkedok pasar prediksi (prediction market).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |