jpnn.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim Indonesia tidak akan mengalami krisis ekonomi seperti 1998 maupun 2008.
Hal itu dikatakan Purbaya usai berdiskusi dengan sejumlah mantan gubernur Bank Indonesia (BI) di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/4).
“Tidak (khawatir krisis), karena masukan mereka (eks Gubernur BI) juga sama, sebetulnya fundamental kita amat baik,” ucap Purbaya.
“Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari Rp 2.000 melemah ke sekian, Rp 17 ribu, kan, sekian kali lipat. Kalau sekarang kan (depresiasi) 4 hingga 5 persen kan sebetulnya jauh,” lanjutnya.
Purbaya menyebutkan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih sangat bagus. Nilai tukar rupiah merosot karena ada tekanan dari persepsi pasar.
“Kalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. Morgan Stanley Capital International (MSCI), habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar,” kata dia.
Selain itu, eks Direktur Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut yakin bahwa nilai IHSG (Index Harga Saham Gabungan) bakal kembali melejit naik.
Kenaikan itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian kemudian diikuti oleh profitability yang meningkat.









































