jpnn.com, KARAWANG - Sejumlah desa yang tersebar di enam kecamatan di wilayah Karawang, Jawa Barat, rawan kekeringan pada musim kemarau.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Ferry Muharam, di Karawang, Jumat.
"Ada sejumlah daerah yang berpotensi kekeringan, sebagai dampak dari kemarau panjang di tahun ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry, saat dihubungi.
Ia menyampaikan, saat ini kemarau sudah berlangsung di wilayah Karawang, meski dalam kurun waktu tertentu sempat turun hujan. Sedangkan untuk puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga November 2026.
Di antara wilayah yang rawan kekeringan ialah di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Timur, Ciampel dan Kecamatan Klari.
Di Kecamatan Klari terdapat satu desa yang rawan terdampak kemarau, yakni Desa Curug. Kemudian di Kecamatan Ciampel terdapat Desa Parungmulya dan Mulyasejati.
Selanjutnya Desa Palumbonsari Kecamatan Karawang Timur yang berpotensi terdampak kemarau panjang. Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Barat berada di Desa Wanakerta dan Margakaya.
Di Kecamatan Tegalwaru, desa-desa yang rawan kekeringan saat kemarau di antaranya Desa Cintalanggeng, Kutamaneuh, Cigunungsari, Cintalaksana, Kutalanggeng, Cintawargi dan Desa Cipurwasari.









































