Begini Respons Dedi Mulyadi Terkait Banner Bertuliskan 'Shut Up KDM' di GBLA

7 hours ago 14

Begini Respons Dedi Mulyadi Terkait Banner Bertuliskan 'Shut Up KDM' di GBLA

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Suporter Bobotoh memasang banner dengan nada keras bertuliskan "Shut Up KDM" yang diperuntukkan kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, di laga Persib vs Arema FC.

jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons aksi pemasangan banner "Shut Up KDM" yang dibentangkan Bobotoh di tribune timur pada pertandingan Persib Bandung vs Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Banner tersebut dipasang Bobotoh di babak kedua laga yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026) lalu itu.

Dedi menyampaikan terima kasihnya kepada Bobotoh karena sudah mengingatkan pentingnya profesionalitas sepak bola, dengan tidak memasukkan unsur politik di dalamnya.

"Dari spanduk tersebut saya yakin didasarkan pada sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik. Saya ucapkan terima kasih saya sudah diingatkan," kata Dedi dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu (26/4).

Di sisi lain, Dedi menjelaskan soal pemberian bonus Rp1 miliar untuk penggawa Persib Bandung oleh Maruarar Sirait yang merupakan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Dia menuturkan, perbincangan bonus miliaran rupiah untuk Persib berawal dari pertemuan dia bersama Ara—sapaan Maruarar Sirait—dengan manajemen Persib.

Saat itu, pembahasan mengarah kepada misi Persib meraih hattrick juara.

"Saya sampaikan bahwa bonus Rp1 miliar dari Asep Ara Sirait, saya biasa menyebutnya kepada bang Ara Sirait, berawal dari pertemuan kami bertiga dengan top manajemen Persib Bandung," ujarnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespons banner yang dipasang Bobotoh di babak kedua laga yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026) lalu itu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |