jpnn.com, CIKARANG - Bea Cukai bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) resmi meluncurkan layanan Single Submission Quarantine and Customs (SSM QC) di Cikarang Dry Port, Selasa (9/6).
Peluncuran ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendukung implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) melalui integrasi layanan kepabeanan dan karantina yang lebih efektif, transparan, dan memberikan kepastian bagi pengguna jasa.
Implementasi SSM QC merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyederhanakan proses bisnis ekspor impor melalui integrasi sistem layanan dan penguatan koordinasi antarinstansi.
Melalui layanan ini, proses pengajuan, verifikasi, pemeriksaan, hingga penerbitan dokumen impor dapat dilakukan secara elektronik dan terintegrasi dalam satu sistem sehingga meningkatkan efisiensi pelayanan.
Direktur IKC Bea Cukai sekaligus Ketua NLE Rachmad Solik mengatakan implementasi SSM QC merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kepabeanan dan karantina.
Menurut Rachmad, kolaborasi antara Bea Cukai dan Karantina diharapkan mampu menciptakan sinkronisasi pemeriksaan yang lebih baik, mengurangi duplikasi kegiatan, serta menghadirkan layanan yang lebih sederhana dan terintegrasi bagi pelaku usaha.
“Kolaborasi antara Bea Cukai dan Karantina melalui SSM QC diharapkan dapat menciptakan sinkronisasi proses pemeriksaan yang lebih baik, mengurangi duplikasi kegiatan, serta menghadirkan pelayanan yang lebih sederhana dan terintegrasi bagi pelaku usaha," kata Rachmad dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Rachmad menyampaikan integrasi ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus barang dan meningkatkan daya saing logistik nasional.







































