Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat

2 hours ago 17

Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kedua kiri) di di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

jpnn.com, JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menyatakan penurunan tajam harga minyak dunia hingga di bawah 80 dolar AS per barel berpotensi besar memperkuat dan melonggarkan ruang fiskal Indonesia tahun ini.

"Kami melihat bahwa ruang fiskal Indonesia akan lebih ringan terutama dengan penurunan harga minyak dunia," ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan perkembangan terbaru terkait meredanya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuka harapan baru bagi stabilitas ekonomi global, meskipun situasinya masih perlu disikapi dengan kehati-hatian karena bersifat dinamis.

Menurut dia, penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu kabar baik bagi Indonesia. Harga minyak yang sebelumnya berada di kisaran 93 dolar AS per barel kini telah turun hingga berada di bawah 80 dolar AS per barel.

Dengan kebutuhan impor minyak Indonesia yang cukup besar, penurunan harga tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran pemerintah sehingga memperbaiki ruang fiskal nasional.

"Jadi dengan kebutuhan impor Indonesia yang sekitar 1,6 juta barel per hari, maka kemudian tentunya bisa dikalikan untuk penghematan yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jadi ini kabar baik yang kita sambut dengan penuh harapan dan akan memberikan ruang fiskal yang juga lebih bagus," ujar Qodari.

Selain itu, ia mengatakan dalam beberapa hari terakhir sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan. 

Indeks saham tercatat kembali berada di atas level 6.000, sementara nilai tukar rupiah berada di bawah Rp18.000 per dolar AS.

Bakom RI menyatakan penurunan tajam harga minyak dunia hingga di bawah 80 dolar AS per barel berpotensi besar memperkuat dan melonggarkan ruang fiskal Indonesia

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |