jpnn.com - MAKASSAR - Banjir karena cuaca ekstrem beberapa hari terakhir melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan mengakibatkan ratusan warga terpaksa mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mendata 545 warga mengungsi di enam titik lokasi pengungsian saat terjadi banjir.
"Jumlah warga yang mengungsi akibat bencana di sejumlah wilayah Kota Makassar sebanyak 545 jiwa dan itu tersebar di enam titik," kata Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar di Makassar, Rabu (25/2).
Dia mengatakan pihaknya telah membantu mengevakuasi warga yang kebanjiran ke titik pengungsian yang telah disiapkan
Menurut Fadli, saat ini terdapat enam titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya.
Adapun total warga yang mengungsi 169 kepala keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 545 jiwa.
Fadli memerinci di Kecamatan Manggala pengungsi berada di dua lokasi, yakni di Masjid Jabal Nur di Kelurahan Manggala yang menampung 12 KK atau 36 jiwa dan Masjid Yuda Alfatih yang juga berada di Kelurahan Manggala menampung 7 KK dengan jumlah 27 jiwa.
Adapun di Kecamatan Biringkanaya, lanjutnya, terdapat empat titik pengungsian. Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF di Kelurahan Katimbang menjadi lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 67 KK atau 232 jiwa.












































