jpnn.com - WASHINTON - Jet tempur Amerika Serikat menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone Iran di Laut Arab, Selasa (3/2), kata seorang pejabat. Tindakan itu dilakukan saat drone Iran tersebut mendekati kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN 72) yang sedang melintasi Laut Arab.
"USS Abraham Lincoln (CVN 72) sedang melintasi Laut Arab sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran ketika sebuah drone Iran Shahed-139 bermanuver ke arah kapal tersebut," kata kata juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Kapten Tim Hawkins.
Hawkins melanjutkan bahwa drone terus terbang ke arah kapal meskipun telah dilakukan tindakan de-eskalasi oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional, dan memastikan keselamatan personel, kapal dan pesawat AS di Timur Tengah.
"Gangguan dan ancaman Iran yang terus berlanjut di perairan dan wilayah udara internasional tidak akan ditoleransi. Agresi Iran yang tidak perlu di dekat pasukan AS, mitra regional, dan kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, salah perhitungan, dan destabilisasi regional," tambahnya.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan kepada Fox News bahwa dia telah menghubungi Pentagon, yang mengatakan bahwa CENTCOM bertindak "dengan tepat dan perlu" untuk melindungi personel dan peralatan AS di wilayah tersebut.
"Jadi, CENTCOM memang membuat keputusan untuk menembak jatuh drone Iran itu. Drone itu tidak berawak dan bertindak agresif terhadap USS Lincoln, yang kita tahu sedang berada di wilayah tersebut atas arahan Presiden Trump," kata Leavitt.
Namun, Leavitt menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tetap berkomitmen untuk "selalu" menempuh upaya diplomasi. Dia menekankan bahwa diplomasi membutuhkan kerja sama kedua pihak bertikai.
Untuk itu, kata Leavitt, utusan khusus Steve Witkoff dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan pihak Iran akhir pekan ini.













































