Amang Amat

5 hours ago 22

Oleh Dahlan Iskan

Amang Amat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Begitu banyak mobil di kota yang namanya belum pernah saya dengar ini: Mukalla. Yakni kota pantai di Hadramaut, Yaman Selatan.

Saya ke kota itu karena tidak ada pesawat keluar Yaman sebelum tujuh hari dari kedatangan saya. Padahal sudah tidak ada lagi yang perlu saya lihat di Tarim, ''kota Habib'' di pedalaman Yaman.

Maka saya pun melihat-lihat peta: ada kota apa di sekitar Tarim. Masih ada waktu tiga hari sebelum ada pesawat keluar dari Yaman. Saya ke kota itu saja dulu: ke Mukalla. Lima jam naik mobil carteran dari Tarim.

"Sejak kapan banyak mobil begini?" tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla.

"Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla," katanya.

Saya tertawa keras. Ia kaget. "Ternyata Al Qaeda ada baiknya juga ya..." gurau saya.

"Tapi lebih banyak tidak baiknya," sergahnya.

Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil.

Begitu banyak mobil di kota yang namanya belum pernah saya dengar ini: Mukalla. Yakni kota pantai di Hadramaut, Yaman Selatan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |