jpnn.com, JAKARTA - Negara-negara Teluk kemungkinan mempertimbangkan jalur pasokan alternatif, termasuk pembangunan jalur pipa, akibat situasi di Selat Hormuz.
Hal itu dilaporkan Financial Times yang mengutip diplomat dari salah satu negara kawasan dan yang namanya dirahasiakan, Jumat (27/3).
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Vahid Jalalzadeh sebelumnya telah mengatakan Teheran sedang mengembangkan kerangka hukum baru untuk Selat Hormuz yang akan berlaku setelah konflik berakhir, di mana Iran berencana untuk bekerja sama dengan Oman.
"Negara-negara Teluk akan mencari alternatif, seperti membangun jalur pipa," kata diplomat tersebut menanggapi kemungkinan aturan ketat transit Selat Hormuz oleh Iran, seperti dikutip Financial Times.
Peningkatan ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Situasi itu juga berdampak terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan sehingga mendorong terjadinya lonjakan harga. (ant/dil/jpnn)



















.jpeg)























