jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Tingginya minat masyarakat terhadap hunian di Bandung Timur direspons cepat oleh pengembang Mekar Lodji Parahyangan dengan menggelar Akad KPR Perdana bersama Bank Tabungan Negara (BTN), bertempat di Bank BTN KC Bandung, Sabtu (14/2/2026).
Managing Director Mekar Lodji Parahyangan, Martinus Chandra mengungkapkan, agenda ini menjadi tonggak penting pascaperesmian show unit pada Desember 2025 yang lalu.
Selain itu, akad KPR perdana juga mempertegas bahwa PT. Mekar Lojicipta adalah pengembang yang dapat dipercaya.
“Akad KPR perdana ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan hunian yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman secara legalitas. Dukungan penuh dari Bank BTN menunjukkan bahwa proyek Mekar Lodji Parahyangan memiliki kredibilitas tinggi dan siap huni sesuai jadwal,” ujar Martinus dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Kamis (19/2/2026).
Hunian Mekar Lodji Parahyangan didominasi oleh tipe Alamanda (34/60 m²) dengan desain Skandinavia minimalis, disusul tipe Bougenvil (40/70 m²) dengan harga unit yang kompetitif mulai dari Rp300 jutaan hingga Rp600 jutaan, dengan fasilitas kawasan yang dirancang premium.
Keunggulan proyek ini juga ditopang infrastruktur mitigasi banjir yang memadai. Kawasan seluas 26 hektare tersebut dilengkapi saluran drainase selebar 7 meter sepanjang 250 meter yang terintegrasi dengan dua danau retensi, menyalurkan air langsung ke Sungai Cimande sehingga lingkungan tetap kering dan nyaman.
Dari sisi aksesibilitas, lokasi perumahan di Bandung Timur hanya berjarak beberapa menit dari Gerbang Tol Cileunyi dan selangkah menuju Stasiun Haurpugur.
Akses ini memudahkan mobilitas ke pusat Kota Bandung dan kawasan pendidikan Jatinangor, sekaligus menjadi solusi bagi profesional untuk perjalanan yang lebih efisien dan bebas hambatan. (mar5/jpnn)









































